![]() |
||||
| Inggris | Indonesia | Korea      | ||||
|
|
Info Umum | Industri | Perdagangan | Peluang Pasar | |||
| กก |
Korea Selatan sejak tahun 1980an telah mengembangkan perindustriannya secara masif dan terencana. Pada tahun 1987, tercatat bahwa industri manufaktur di Korea Selatan menyumbang dari 30% total GDP negara dan menyerap 25% dari angkatan kerja. Dengan memanfaatkan motivasi secara internal dari dalam negeri serta bantuan keuangan dari luar negeri, Korea Selatan mampu untuk mengintegrasikan teknologi modern kepada teknologi yang sudah ketinggalan zaman. Pada pertengahan tahun 1990, Korea Selatan mampu membuktikan eksistensinya dan keluar sebagai salah satu dari ekonomi Asia yang melejit yang dikenal sebagai NIC (Newly Industrialized Economy). Menurut laporan yang diterbitkan oleh KIET berjudul Korean Industry Development Vision, 2020 Project, yang sekaligus menjawab tantangan 2020 yang diproyeksikan oleh Korea Selatan, ada 14 buah kategori menjanjikan dari industri Korea yaitu: 1. Next-generation semiconductors; 2. Bio new-drugs & organs; 3. Ubiquitous networks; 4. Next-generation displays; 5. New concept computers; 6. Next-generation automobiles; 7. Contents industry; 8. Medical services; 9. Next-generation energy; 10. Robots; 11. Hi-tech chemical materials; 12. Hi-tech aero/marine transport devices; 13. Ultra-precision machinery parts; 14. Hi-tech machinery equipment & systems. Jumlah tenaga kerja Indonesia di Korea saat ini lebih kurang sebanyak 500.000 atau sekitar 0,56% dari total tenaga kerja Indonesia. Investasi Korea Selatan di Indonesia juga cukup besar yang terlihat dari kenyataan bahwa Indonesia merupakan tujuan ketiga untuk penanaman modal di luar negeri bagi Korea Selatan. Dalam hal ini, terlihat bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki hubungan yang cukup kuat dalam sektor Industri terutama karena banyaknya TKI dari Indonesia yang memberi kontribusi bagi pengembangan Industri Korea Selatan. Selain itu, karena Indonesia adalah negara tujuan ketiga terbesar Korea Selatan dalam hal penanaman modal, tentunya hal ini merupakan sebuah keuntungan tersendiri bagi Indonesia dalam mengembangkan hubungan yang harmonis dengan Korea Selatan di Masa yang akan datang. |
กก | ||
|
Hak Cipta : |
||||