|
¡¡ |
KEGIATAN KBRI

PERAYAAN NATAL BERSAMA MASYARAKAT INDONESIA DI
KOREA SELATAN
SEOUL, 23 DESEMBER 2011
Pada tanggal 23 Desember
2011 KBRI Seoul telah menyelenggarakan perayaan natal bersama masyarakat
Indonesia yang berada di Korea Selatan. Perayaanyang diselenggarakan di
Gedung Apartemen lantai 2 KBRI Seoul ini diadakan sebagai bagian dari
upaya pembinaan masyarakat Indonesia di Korea Selatan.
Perayaan natal dengan
tema yang berbunyi ¡°Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah
melihat terang yang besar¡± ini telah dihadiri oleh sekitar 200
masyarakat Indonesia yang ada di Korea, para pendeta dan pastor dari
berbagai denominasi gereja Indonesia yang ada di Korea dan keluarga
besar KBRI Seoul.
Duta Besar RI Seoul
Nicholas T. Dammen dalam sambutannya menyatakan bahwa tema natal tesebut
sebagai pengharapan akan masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan
negara Indonesia. Untuk itu, didorong agar pribadi lepas pribadi baik
para tenaga kerja, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia yang ada
di Korea untuk melaksanakan tugas masing‐masing dengan baik dan
mengambil hikmah ilmu dan pengalaman dari Korea untuk mendukung kemajuan
Indonesia.
Perayaan natal oleh KBRI
Seoul pada tahun ini diadakan dengan sederhana dalam suasana hikmat dan
kekeluargaan. Setelah ibadah natal, perayaan dilanjutkan dengan acara
berupa laporan dari Ketua Panitia, Sambutan dari Duta Besar RI, sambutan
dari perwakilan masyarakat Indonesia di Korea, pembagian hadiah
anak‐anak serta ramah tamah dan makan malam yang dipersiapkan oleh DWP
KBRI Seoul. |

THANK YOU SAJANGNIM, 9 NOVEMBER 2011
Rabu malam 9 Nopember
2011, sebuah hotel berbintang lima di kawasan elit Gangnam Seoul tampak
didatangi ratusan pengusaha Korsel. Malam itu BNP2TKI dan KBRI Seoul
menyelenggarakan pertunjukan kesenian Indonesia dan makan malam bersama
para pengusaha yang berasal dari berbagai kota di Korea Selatan.
Mereka bukanlah sembarang pengusaha, melainkan pemilik
perusahaanperusahaan, atau yang biasa disebut ¡°Sajangnim¡± dalam bahasa
Korea, yang mempekerjakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan.
Acara yang diberi judul ¡°Thank You Sajangnim¡± ini merupakan bentuk
apresiasi terhadap para pengusaha Korsel yang telah memperkerjakan TKI.
Bertempat di Diamond
Ballroom Hotel Rennaissance, Seoul, sebanyak 250 Sajangnim menyimak
dengan antusias rangkaian acara yang disuguhkan. Diawali oleh sambutan
Sekretaris Utama BNP2TKI Edy Sudibyo yang menyatakan terima kasih dan
penghargaan kepada pengusaha Korsel dalam memberikan kesempatan kerja
kepada para TKI. Selanjutnya Director General Foreign Workers Bureau HRD
Korea Mr. Lim Kyung Sik dalam sambutannya menyatakan penghargaan atas
penyelenggaraan acara ini dan menghimbau para pengusaha Korea untuk
memahami karakteristik dan budaya serta adat istiadat pekerja Indonesia.
Sambutan terakhir disampaikan seorang pengusah Korsel mewakili seluruh
pengusah Korsel yang memperkerjakan TKI yang menyatakan pujiannya
terhadap TKI yang dianggap patuh dan rajin dibandingkan tenaga kerja
asing lainnya.
Duta Besar RI Seoul
Nicholas T Dammen dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada
para Sajangnim yang telah memperkerjakan TKI bahkan sebagian besar
menganggap TKI sebagai anggota keluarga mereka sendiri. Dubes RI juga
menyatakan terima kasih pada Kementerian Tenaga Kerja Korsel dan HRD
Korea yang telah membuka kesempatan luas pada pekerja Indonesia untuk
bekerja di sektor formal Korsel.
Sambil menikmati hidangan makan malam para undangan menyaksikan
kebolehan para mahasiswa Indonesia di Seoul dan Busan yang memainkan
tari Batak, Tempurung, Piring dan Saman. Usai makan malam, para
sajangnim belajar main angklung dan memainkan beberapa lagu yang dipandu
oleh seorang instruktur dari Sanggar Kesenian Daeng Udjo.
Selain
pengusaha-pengusaha yang telah memberdayakan TKI, turut hadir pemilik
perusahaan yang berpotensi di masa depan akan menggunakan jasa TKI,
serta beberapa pejabat dari HRD Korea dan Asosiasi Pengusaha Wanita
Seoul dan Busan. |

PENYULUHAN
HUKUM DAN PERATURAN SETEMPAT BAGI TENAGA KERJA INDONESIA DI KOREA
SELATAN
Pada tanggal 31 Juli 2011
KBRI Seoul telah mengadakan acara Penyuluhan Hukum dan Peraturan
Setempat bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan. Acara yang
berlangsung sehari penuh di KBRI Seoul telah dibuka oleh Duta Besar RI
Nicholas T. Dammen dan menghadirkan 4 orang Nara Sumber, yakni:
Koordinator Fungsi Konsuler, Atase Pertahanan, Wakil Kepala Perwakilan
KBRI Seoul dan Ketua Seksi Kerohanian KORPRI Sub Unit KBRI Seoul. Acara
tersebut dihadiri oleh sekitar 150 WNI/TKI yang datang dari segala
penjuru Korsel.
Dalam paparannya mengenai
Hukum dan Peraturan Setempat, Koordinator Fungsi Konsuler telah
menjelaskan mengenai problematika yang kini dihadapi oleh Pemerintah
Korsel mengenai Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang jumlahnya semakin
meningkat setiap tahunnya, termasuk TKI. Saat ini tercatat ada 27.021
TKI legal di Korsel dan 5.294 merupakan TKI ilegal/overstayers. Paparan
ini a.l. menghimbau kepada para TKI yang akan selesai masa kontraknya
untuk pulang kembali ke Indonesia dengan sukarela dan tidak tergiur
untuk menjadi overstayers/pekerja ilegal di Korsel, karena imbasnya akan
berdampak kepada dikuranginya kuota TKI ke Korsel di masa yang akan
datang dan menurunnya citra TKI di mata pemerintah Korsel. Kepada para
TKI juga dihimbau untuk mengambil berbagai pelatihan kewirausahaan yang
ditawarkan oleh Pemerintah Korsel secara cuma-cuma guna membekali mereka
dengan ilmu dan skill yang dibutuhkan untuk berwiraswasta atau mencari
pekerjaan sekembalinya mereka ke tanah air.
Atase Pertahanan KBRI
Seoul memberikan paparan mengenai situasi dan kondisi terkini di
Semananjung Korea yang sepatutnya diketahui juga oleh para WNI/TKI di
Korsel, karena banyak dari mereka yang kurang peduli atau kurang
terinformasi mengenai situasi keamanan antara Korea Selatan dan Korea
Utara yang secara teoritis masih bertikai sejak Perang Korea tahun
1950-1953. Dalam paparan tsb dijabarkan bahwa kedua Korea masih dalam
situasi ¡°perang¡± karena belum adanya deklarasi damai antara kedua negara
tetapi hanya ¡°gencatan senjata¡± yang ditandatangani oleh kedua belah
pihak pada akhir Perang Korea. Paparan ini penting bagi para WNI/TKI
yang selama ini merasa aman mencari nafkah di Korsel tanpa menyadari
bahwa pertikaian, bahkan perang bisa pecah setiap saat antara kedua
Korea. Paparan Athan juga menjelaskan langkah-langkah yang perlu
ditempuh oleh KBRI dan WNI/TKI (contingency plan) apabila situasi
darurat timbul.
Paparan oleh Wakepri KBRI Seoul yang juga merangkap
sebagai Kepala Kanselerai KBRI Seoul berkisar mengenai peraturan dan
hukum Indonesia yang dikenakan bagi barangbarang pindahan yang dibawa
oleh para WNI/TKI pada saat pulang ke tanah air. Jangan sampai mereka
yang kembali ke tanah air dengan sukarela mengalami hambatan pada saat
ketibaan mereka di bandara Indonesia. Paparan terakhir disampaikan oleh
Ketua Seksi Kerohanian KBRI Seoul yang bertepatan dengan akan dimulainya
bulan suci Ramadhan 1432H yang antara lain menjelaskan bahwa bekerja
merupakan salah satu bentuk ibadah yang perlu kita jalankan dengan
ikhlas dan tawakkal yang bisa memotivasi kita untuk maju dan giat
mencari nafkah di negeri orang serta mengisi kehidupan kita dengan
kegiatan-kegiatan yang positif. Juga dihimbau agar para WNI/TKI dapat
selalu menjaga silaturahmi dengan sesama TKI maupun TKA yang senasib
sepenanggungan di negara rantau. |

REKONSILIASI DATA SAKPA DAN SIMAK BMN PADA PERWAKILAN RI DILUAR NEGERI,
KBRI SEOUL 16-19 JULI 2011
Pada
hari Sabtu, 16 Juli 2011, Duta Besar RI Seoul Nicholas T. Dammen telah
membuka acara ¡°Rekonsiliasi data SAKPA dan SIMAK BMN pada Perwakilan RI
di Luar Negeri¡±. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 16 – 19 Juli
2011 dan diikuti oleh 6 perwakilan RI di luar negeri yaitu KBRI Tokyo,
KBRI Beijing, KBRI Noumea, KBRI Kabul, KJRI Hongkong, dan KJRI Guangzhou
serta narasumber dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan.
Pertemuan ini merupakan salah
satu rangkaian upaya Kementerian Luar Negeri yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas dalam penyajian laporan keuangan negara serta
kepatuhan akan peraturan dalam pengelolaan keuangan negara sesuai dengan
prinsip Good Governance. Kegiatan rekonsiliasi data SAKPA dan
SIMAK BMN ini sangat penting dalam rangka mewujudkan peningkatan opini
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Kementerian Luar
Negeri dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP).
Dalam
sambutannya, Duta Besar RI Seoul menyampaikan rasa terima kasihnya
kepada Kepala Perwakilan RI yang telah mengirimkan wakilnya untuk
menghadiri pertemuan rekonsiliasi di Seoul, Korea Selatan. Duta Besar
RI Seoul berharap agar para peserta dapat mendiskusikan dan
memutakhirkan data SAKPA dan SIMAK BMN di masing-masing perwakilan serta
dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana berkonsultasi langsung
dengan Tim Rekonsiliasi Pusat yang hadir sebagai narasumber.
Selanjutnya
Duta Besar RI Seoul menyatakan bahwa dalam penyelenggaraan akuntansi
atas transaksi keuangan dan barang, memang sangat diperlukan untuk
peningkatan transparansi dan akuntabilitas keuangan, sehingga jumlah
kekeliruan dapat ditekan serta peningkatan sistem pengendalian internal
menjadi perhatian serius bagi kita semua. Dalam akhir sambutannya, Duta
Besar RI Seoul mengatakan kepada seluruh peserta, bahwa kita patut
gembira atas peningkatan penilaian BPK pada laporan keuangan Kemlu tahun
2010 yang membaik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Acara
Rekonsiliasi Data Sakpa dan Simak BMN Pada Perwakilan RI di Luar Negeri
ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang baik dari para
peserta serta dibuka oleh Duta Besar RI Seoul dengan pemukulan gong.
|

PEMBUKAAN
KOMPETISI SEPAKBOLA PIALA BERGILIR DUTA BESAR RI DAN PIF CUP BUSAN 19
JUNI 2011
Bertempat di Sangsang Sport Complex, Busan, Dubes R.I.
untuk Republik Korea, N.T. Dammen pada tanggal 19 Juni 2011 telah
membuka secara resmi Kompetisi Sepakbola memperebutkan Piala bergilir
Duta Besar RI yang ke-3 sekaligus Pusan Indonesian Fellowship (PIF) Cup
yang ke-5. Pada tahun 2011 ini peserta yang ambil bagian mengalami
peningkatan, yaitu terdiri dari 16 kesebelasan, dibandingkan pada tahun
lalu yang hanya diikuti 12 kesebelasan. Menurut Ketua Panitia, Sdr
Mista, pada saat pendaftaran terdapat lebih dari 20 kesebelasan, namun
mengingat waktu penyelenggaraan maka hanya 16 kesebelasan yang mendaftar
pertama terpilih untuk mengikuti kompetisi.
Acara Kompetisi yang merupakan ajang kegiatan tahunan
dari Pusan Indonesian Fellowship (PIF) ini, dapat terselenggara melalui
kerjasama dengan Pusan Missionary Association for Foreign Labor (PMF),
Migrant Culture Center (MCC), Kantor Imigrasi Kementerian Hukum wilayah
Busan, Human Resources and Development (HRD) wilayah Busan, Universitas
Gosin, Kepolisian Busan serta para sponsor Korea yang mengenal dan
berhubungan baik dengan Indonesia.
Upacara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu
Indonesia Raya dan penghormatan kepada Bendera Merah Putih oleh seluruh
peserta, dilanjutkan mengheningkan cipta dipimpin oleh Dubes RI,
sambutan-sambutan dan ditutup dengan doa bersama. Pada sambutannya Ketua
Panitia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, khususnya kepada
Duta Besar RI hingga terselenggaranya acara kompetisi ini. Sedangkan
dari PMF, MCC, Imigrasi, HRD, Kepolisian wilayah Busan selain
mengucapkan terimakasih juga menyampaikan mereka siap membantu apabila
terdapat permasalahan dari para pekerja Indonesia di Busan.
Duta Besar RI pada kata sambutannya, menyampaikan
beberapa hal pokok yaitu:
Terimakasih kepada semua pihak, khususnya kepada Panitia
dan para sponsor sehingga acara Kompetisi Sepakbola Piala bergilir Dubes
RI ke-3 dan PIF Cup ke-5 dapat berjalan sukses. Pentingnya acara Tahunan
PIF ini, sehingga Dubes RI walaupun pada pagi hari yang sama tanggal 19
Juni 2011 harus membuka rangkaian Peringatan HUT RI ke-66 di KBRI Seoul,
tetap berusaha hadir pada acara di Busan ini. Selain ajang kompetisi
sepakbola, diharapkan acara ini dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi
bagi masyarakat Indonesia di Busan.
Kepada para peserta
kompetisi diharapkan menunjukkan nilai-nilai tinggi budaya Indonesia,
terutama dalam hal persatuan dan persaudaraan. Menang dan kalah adalah
hal biasa dalam berolahraga, sehingga yang kalah dapat menghormati yang
menang dan yang menang tidak berlaku arogan. Dengan demikian masyarakat
Korea akan melihat langsung nilai-nilai tinggi dari budaya bangsa
Indonesia.
Selamat bertanding kepada seluruh peserta, dan kepada
para penonton dapat menikmati acara kompetisi dengan baik dan tertib. Setelah mengakhiri kata sambutan, Dubes RI membuka resmi
Kompetisi dengan ditandai melakukan tendangan bola ke tengah-tengah para
peserta.
¡¡ |

BATIK
WORKSHOP, 16 & 17 JUNI 2011 KEINDAHAN BATIK INDONESIA DIAKUI OLEH
MASYARAKAT INTERNASIONAL
Sebagai salah satu warisan budaya kebanggaan Indonesia, tidak diragukan
lagi Batik memiliki posisi tersendiri di hati orang Indonesia. Atas
dasar kecintaan terhadap batik, sekaligus mempromosikan keindahannya
yang telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya
Indonesia, KBRI Seoul menyelenggarakan kegiatan Batik Workshop pada
tanggal 16 dan 17 Juni 2011 di Wisma Duta Seoul.
Kegiatan dilangsungkan
selama 2 hari atas pertimbangan banyaknya partisipan yang berminat
untuk mengikuti kegiatan tersebut. Selain masyarakat umum Korea, mulai
dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga, turut hadir istri-istri dari
diplomat asing yang berada di Korea dan persatuan istri Kementerian Luar
Negeri
dan Perdagangan Republik
Korea.
Kegiatan Batik Workshop diselenggarakan atas kerjasama KBRI Seoul dengan
Batik House Indonesia (BHI), sebuah yayasan yang bergerak di
bidang promosi batik kepada masyarakat internasional di luar negeri.
Dalam sambutannya, Dubes RI Seoul Nicholas T. Dammen
menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promosi budaya
Indonesia untuk produk yang memang berasal dari Indonesia yaitu batik.
Batik adalah seni budaya yang bernilai tinggi dan telah diakui oleh
UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
Dalam presentasinya, Ibu Venny Afwany Alamsyah dari BHI menjelaskan
mengenai sejarah, cerita di balik beragamnya motif batik Indonesia, dan
teknik-teknik serta proses pembuatan batik. Dalam sesi praktek, seluruh
peserta berkesempatan untuk membuat batik secara tradisional, yaitu
dengan menggunakan canting dan lilin, di atas sehelai kain dan sepotong
kayu. Partisipan juga terlibat secara langsung pada proses pewarnaan
batik dengan bahan-bahan pewarna alami. Setelah selesai, masing-masing
partisipan membawa pulang hasil karya batik yang mereka buat sendiri dan
kenang-kenangan berupa tas batik.
Antusiasme dan semangat hadirin sangat terasa selama
kegiatan berlangsung. Mereka
terlihat
menikmati proses pembuatan batik yang membutuhkan ketekunan dan
kesabaran. Setelah mengalami sendiri bagaimana sulitnya membuat sehelai
kain batik tulis, ketertarikan dan kecintaan mereka terhadap batik
semakin mendalam. Beberapa partisipan dari kedutaan besar asing dan
organisasi internasional di Seoul bahkan meminta
KBRI Seoul mengadakan
sesi pelatihan khusus untuk lebih mendalami batik.
Sejumlah peserta dari kalangan jurnalis setempat ikut
serta menggambar batik dan mengadakan liputan dan wawancara mengenai
kegiatan tersebut. |

KEGIATAN MARKETING INVESTASI INDONESIA (MII) 2011
SEOUL, 24 MARET 2011
¡¡
Pada tanggal 24
Maret 2011, Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal (BKPM) dan
didukung oleh KBRI Seoul telah menyelenggarakan kegiatan Marketing
Investasi Indonesia (MII) 2011 di Seoul, Korea Selatan. Acara ini
diselenggarakan dalam rangka mempromosikan investasi dan budaya
Indonesia di kalangan pengusaha Korsel. Delegasi BKPM dipimpin oleh
Kepala BKPM, Gita Wirjawan, dan didampingi oleh Deputi Kepala BKPM
bidang Promosi Penanaman Modal, Darmawan Djajusman serta beberapa
pejabat BKPM lainnya.
Pelaksanaan
kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar, diawali dengan Forum Bisnis
yang dihadiri oleh sekitar 60 orang pengusaha Korsel dan dibuka oleh
Wakil Kepala Perwakilan RI (Wakeppri) Seoul, Iwanshah Wibisono, mewakili
Dubes RI Seoul yang atas undangan khusus Presiden Lee Myung-bak, sedang
menghadiri peluncuran kapal jenis Aegis destroyer di galangan kapal
Hyundai, Ulsan.Wakeppri dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa
hubungan bilateral RI-Korsel telah meningkat secara signifikan yang
ditandai dengan meningkatnya nilai perdagangan bilateral RI-ROK sebesar
50% pada tahun 2010 dan ditandatanganinya komitmen investasi POSCO
sebesar 6 miliar USD pad tahun 2010 dan Lotte Group sebesar 5 miliar USD
pada bulan Februari 2011. Acara dilanjutkan dengan paparan kepala BKPM
mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat ini dan kebijakankebijakan
yang telah diambil Pemerintah RI untuk menciptakan situasi yang kondusif
bagi para investor dalam berinvestasi di Indonesia. Pada saat makan
siang dilaksanakan pula sesi tanya jawab antara para pengusaha yang
hadir dengan Kepala BKPM.
Setelah acara Forum Bisnis, kegiatan dilanjutkan dengan One on One
Meeting antara Kepala BKPM dan rombongan dengan 4 perusahaan (KEPID,
KEPCO, KT&G dan LG International). Perusahaan-perusahaan tersebut
menyampaikan minatnya untuk berinvestasi atau memperluas investasinya di
Indonesia di bidang pertambangan dan energi serta industri rokok. Minat
ini disambut baik oleh BKPM dan akan ditindaklanjuti dengan memberikan
dukungan dan komitmen untuk mengupayakan kebijakan-kebijakan yang
diperlukan oleh calon investor untuk merealisasikan rencana investasi
dimaksud.
Di sela-sela
rangkaian kegiatan, telah pula dilaksanakan press briefing dengan para
kalangan media Korsel. Pada kesempatan press briefing, Kepala BKPM
menyampaikan tujuan penyelenggaraan acara dan melayani tanya jawab
terkait investasi di Indonesia. Selain itu, telah pula dilaksanakan
presentasi mengenai Batik dan Tenun Indonesia oleh desainer dan produsen
batik terkemuka Indonesia, Ghea Panggabean dan Danar Hadi. Dalam
kesempatan ini disampaikan bahwa Batik sebagai sebuah heritage bangsa
Indonesia telah diakui dan mendapatkan penghargaan di di dunia
internasional. Dari presentasi yang diperlihatkan kepada audiens,
termasuk proses pembuatan serta cara membatik, menggambarkan batik
sebagai sebuah heritage dapat berpadu dengan lifestyle dan diterima
kalangan masyarakat luas dan dunia.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peyelenggaraan Cocktail Reception dan
Gala Dinner pada malam harinya. Acara ini dihadiri oleh sekitar 250
orang undangan dari kalangan pengusaha dan kalangan masyarakat di Korsel.
Selain disuguhi dengan hidangan khas Indonesia, hadirin juga disuguhi
dengan pertunjukan kesenian tari tradisional dari berbagai daerah di
tanah air serta fashion show batik oleh designer Ghea Panggabean dan
Danar Hadi. Acara semakin meriah dengan pagelaran Angklung Interaktif
yang melibatkan seluruh hadirin untuk memainkannya.
Keseluruhan
rangkaian kegiatan Marketing Investasi Indonesia (MII) 2011 berjalan
dengan baik, lancar, dan sukses. Kegiatan diharapkan dapat meningkatkan
minat pengusaha korsel untuk berinvestasi di Indonesia. Penyelenggaraan
acara yang dikemas dengan mengkombinasikan promosi investasi dan budaya
menjadikan acara lebih menarik dan interaktif, sehingga diharapkan
strategi promosi investasi dengan konsep promosi ¡°direct selling¡± dapat
tercapai.
¡¡ |

INDONESIAN FILM SCREENINGS, 21-25 MARET 2011
Pada Senin sore tanggal
21 Maret 2011, bertempat di Lab Building Room 201, Pusan University of
Foreign Studies (PUFS) di Busan, Duta Besar Nicholas T. Dammen membuka
acara Indonesian Film Screenings. Film pertama yang diputar dalam acara
tersebut adalah Nagabonar Jadi 2, yang dibintangi oleh
Deddy Mizwar dan Tora Sudiro. Rangkaian acara Indonesian Film Screenings
akan berlangsung setiap hari hingga Jumat, 25 Maret 2011 setiap pukul
16.00 dan 17.30. Film-film yang akan diputar antara lain Laskar Pelangi,
Meraih Mimpi, Rumah Dara, Alangkah Lucunya Negeri Ini, dll. Pemutaran
film ini merupakan rangkaian dari kegiatan KBRI Seoul dalam
mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan, khususnya
kalangan muda dan mahasiswa.
Pada acara tersebut, Duta
Besar yang disambut oleh Rektor PUFS dan Ketua Jurusan Bahasa Indonesia
berkesempatan menyampaikan harapannya agar acara pemutaran film yang
menggambarkan budaya dan masyarakat Indonesia dapat membantu Korea untuk
semakin memahami Indonesia. Disampaikan pula bahwa film sebagai salah
satu bentuk kesenian yang dapat menjangkau banyak lapisan masyarakat,
dapat memainkan peran dalam peningkatan hubungan kedua negara, terutama
dalam hal people-to-people contact yang akan membangkitkan minat untuk
lebih mengenal satu sama lain.
Para penonton yang hadir,
sebagian besar adalah mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia di PUFS,
terlihat antusias dan menikmati film yang diputar. Acara ini memberi
mereka kesempatan untuk mempraktekkan Bahasa Indonesia yang telah mereka
pelajari di kelas. Meskipun demikian, banyak pula mahasiswa dari
berbagai jurusan yang hadir karena tertarik dengan film Indonesia.
Melihat sambutan yang meriah, bukan tidak mungkin acara serupa akan
diselenggarakan lagi di waktu mendatang dengan berbagai kegiatan promosi
lainnya.
¡¡ |

Kunjungan Kerja Menteri Negara BUMN RI ke Korsel,
25-27 Februari 2011
Menteri Negara BUMN RI,
Dr. Ir. Mustafa Abubakar telah melakukan kunjungan kerja ke Korsel pada
tanggal 25-27 Februari 2011. Tujuan dari kunjungan kerja tersebut adalah
untuk menyaksikan penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) antara
PT. Angkasa Pura I Persero (PT. AP I) dengan Incheon International
Airport Corporation (IIAC) serta untuk menyaksikan secara langsung
kemajuan Korsel dalam hal pengelolaan pelabuhan laut dan industri Kereta
Api. Pada tanggal 25 Februari 2011, Menteri Negara BUMN menghadiri
upacara penandatanganan MoC antara PT. AP I dengan IIAC yang berlangsung
di hotel COEX Intercontinental, Seoul. Inti dari MoC tersebut adalah
adanya kerjasama antara PT. AP I dengan IIAC dalam hal pengembangan
Manajemen dan Bisnis Bandara Juanda Surabaya.
Selanjutnya, pada tanggal
26 Februari 2011, Menteri Negara BUMN melakukan kunjungan lapangan ke
Bandara Internasional Incheon untuk menyaksikan secara langsung
pengelolaan Bandara Internasional Incheon. Setelah meninjau Bandara
Internasional Incheon, Menteri Negara BUMN melakukan kunjungan ke Busan
New Port untuk melihat secara langsung pengelolaan pelabuhan laut untuk
kargo terbesar dan termodern di Korsel, sehingga dapat dijadikan
benchmark bagi pengelolaan pelabuhan laut sejenis di Indonesia.
Selanjutnya Menteri Negara BUMN kembali ke Seoul dengan menggunakan
Korea Train Express (KTX) yang merupakan kereta cepat (bullet train)
buatan Korsel untuk dapat merasakan secara langsung kemajuan Korsel
dalam bidang industri Kereta Api.
Pada tanggal 26 Februari
2011, Dubes RI Seoul mengadakan jamuan makan malam di Wisma Duta KBRI
Seoul bagi Menteri Negara BUMN dan seluruh delegasi RI. Dalam
sambutannya, Dubes RI Seoul menyampaikan bahwa Kunjungan Menteri Negara
BUMN ke Korsel membawa angin segar bagi hubungan RI-Korsel diberbagai
bidang setelah lebih kurang satu minggu terakhir media-media Korsel
memuat berita mengenai dugaan pencurian data militer RI oleh agen
inteljen Korsel pada saat Kunjungan Special Envoy Presiden RI, Menko
Perekonomian RI, ke Seoul pada tanggal 15-17 Februari 2011. Dubes RI
Seoul juga menyampaikan bahwa masa pemerintahan Presiden Lee Myung-bak
tinggal tersisa 2 tahun dan waktu yang tersisa tersebut seyogyanya dapat
dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kerjasama bilateral RI
dan Korsel untuk kepentingan bersama kedua negara mengingat adanya
kedekatan hubungan diantara kedua pemimpin negara. Pada keesokan
harinya, tanggal 27 Februari 2011, Menteri Negara BUMN dan Delegasi RI
meninggalkan Korsel menuju tanah air.
¡¡ |

KUNJUNGAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
KE KOREA
SELATAN, 15 – 17 FEBRUARI 2011
Selasa (15/2), pukul
07.45 waktu setempat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, M. Hatta
Rajasa, tiba di lapangan udara Gimpo, Korea Selatan langsung dari
Jakarta. Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Nicholas T. Dammen, turut
menyambut kedatangan Menko yang langsung menuju Hotel Lotte di pusat
kota Seoul, tempat Menko menginap selama berada di Korea Selatan.
Menko Bidang Perekonomian
tiba di Seoul dalam kapasitas sebagai Utusan Khusus (Special Envoy)
Presiden RI, yang datang untuk menyampaikan surat Presiden SBY kepada
Presiden Lee Myung-bak. Surat dari Presiden SBY tersebut antara lain
berisi ajakan kepada Korea Selatan untuk lebih serius menanamkan modal
di Indonesia, terutama dalam menjalankan proyek-proyek skema Koridor
Perkembangan Ekonomi Indonesia, yang menjadi bagian dari Visi 2025.
Dalam rombongan Menko, turut pula Menteri Pertahanan, Menteri
Perindustrian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita
Wirjawan, Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung, dan
Menteri Perdagangan yang tiba di Korea Selatan pada hari Rabu (16/2).
Atas permintaan khusus dari Presiden Lee Myung-bak, pada Selasa (15/2)
siang Special Envoy mengunjungi fasilitas nuklir di Kori, utara kota
Busan. Rombongan berangkat dari Seoul menuju Busan dengan menggunakan
pesawat kepresidenan Korea Selatan dan dilanjutkan dengan helikopter
khusus ke pusat fasilitas nuklir.
Pada kesempatan yang sama,
Special Envoy beserta rombongan mengunjungi New Port Busan, yang
ditargetkan pemerintah Korea Selatan sebagai pelabuhan kontainer
terbesar di dunia. Dalam kunjungannya kali ini, selain untuk menyerahkan
surat kepada Presiden Lee Myung-bak, pada hari Rabu (16/2) Special Envoy
juga telah melakukan serangkaian pertemuan, antara lain dengan Lotte
Group, POSCO, one-on-one meeting dengan perusahaan-perusahaan terkemuka
Korea Selatan yaitu CJ Group, DSME, Hyundai Motor, Hanwa Group, dan
Hankook Tire. Dari pertemuan tersebut Lotte Group berencana untuk
menanamkan modal sebesar 5 billion USD di sektor industri makanan di
Indonesia. Siang harinya, Special Envoy dan para menteri yang turut
dalam rombongan melaksanakan Joint Ministerial Meeting dengan Minister
of Knowledge Economy dan counterpart dari Korea Selatan.
Pada Selasa (15/2) malam,
Special Envoy, para menteri dan rombongan berkesempatan hadir dalam
acara temu masyarakat dengan perwakilan warga Indonesia, bertempat di
Wisma Duta KBRI Seoul. Rangkaian kunjungan Menko selaku Special Envoy
ditutup dengan Business Forum yang dihadiri oleh kalangan pengusaha dari
kedua negara, sebelum akhirnya kembali ke tanah air pada Kamis (17/2)
siang.
¡¡ |
|
¡¡ |