Events in Pictures of The Embassy Calendar of Events Site Map Guest Book Admin's Contact

                                                                                                                                     English | Indonesian | Korean















Borobudur Temple

Prambanan Temple

Balinese Temple

Untuk Informasi lebih lanjut tentang Indonesia and Kedutaan Besar Republik Indonesia, harap menghubungi di

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan
55 Yeouido-dong,
Yeoungdeungpo-gu,
Seoul (150-010)
Telp +82-2-7835675
Fax +82-2-7804280

ˇˇ


 Info Umum | Duta Besar | Staf | Libur Resmi | Lokasi | Kontak | Kalender Kegiatan | Kegiatan KBRI| Foto Kegiatan
ˇˇ
Kegiatan KBRI

Kegiatan CISAK (Conference of Indonesia Students Association in Korea) di KBRI Seoul

Dengan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa penerima beasiswa antara Indonesia dan Korea Selatan, baik mahasiswa Indonesia yang belajar di Korea maupun sebaliknya, maka diharapkan agar para pelajar Indonesia di Korsel dapat memanfaatkan semaksimal mungkin waktu dan tenaganya untuk menyerap ilmu pengetahuan sebanyak banyaknya di berbagai bidang, apalagi mengingat Iptek Korsel dewasa ini telah mampu bersaing dengan Iptek negara-negara maju lainnya yang besar bermanfaatnya apabila diterapkan bagi pembangunan Indonesia kelak.

Harapan tersebut telah disampaikan oleh Duta Besar RI Seoul, Nicholas T. Dammen, di hadapan sekitar 200 pelajar Indonesia yang hadir dalam pertemuan tahunan pelajar Indonesia di Korea Selatan yang disebut CISAK (Conference of Indonesia Students Association in Korea) di KBRI Seoul pada hari Sabtu, 20 Februari 2010. Duta Besar juga mengharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan di waktu-waktu mendatang, tidak hanya bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Korsel saja, melainkan juga antar mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Korsel yang belajar di Indonesia Dalam acara CISAK tahun ini telah diundang secara khusus Dr. Khoirul Anwar, Associate Professor dari Japan Institute of Science and Technology (JAIST) yang memberikan paparannya mengenai ˇ°Building National Competitiveness: Going Home or Staying Abroadˇ±.

Selain itu, Koordinator Fungsi Konsuler dan Atase Pertahanan KBRI Seoul masing-masing telah bergiliran memberikan paparannya mengenai masalah kewarganegaraan dan Perlindungan WNI di luar negeri serta mengenai isu keamanan dan perkembangan di Semenanjung Korea. Keduanya merupakan isu penting yang bermanfaat bagi WNI yang berada di luar negeri.

Selain ketiga paparan di atas, para pelajar Indonesia di Korsel juga bergantian berbicara di depan forum untuk berbagi ilmu kepada sesama rekan pelajar dan mahasiswa Indonesia, serta kepada para mahasiswa Korea Jurusan Bahasa Indonesia.
Kegiatan tahunan CISAK yang diselenggarakan oleh PERPIKA (Persatuan Pelajar Indonesia di Korea) dan didukung oleh KBRI Seoul ini benar-benar dimanfaatkan oleh semua peserta untuk saling berbagi pengalaman, menggali informasi tentang kehidupan pelajar dan tantangannya di masa depan, serta mengembangkan awareness terhadap situasi dan kondisi negara setempat dimana mereka menimba ilmu.

Selain dihadiri oleh para pelajar Indonesia di Korsel, acara CISAK ini juga dihadiri oleh
sekitar dua puluh mahasiswa Korea dari Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) Jurusan Bahasa Indonesia, beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Jepang, serta jajaran staf KBRI Seoul sendiri.

Rencana Penyematan Bintang Kartika Eka Paksi Utama Bagi Mantan Chief of Staff ROK Army

Pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2010, Duta Besar RI untuk Korea Selatan/ROK, Nicholas Tandi Dammen beserta Ny. Lenny Dammen telah menyelenggarakan jamuan makan malam/Welcoming Reception bagi mantan KSAD (COS–Chief of Staff) ROK Army General (Ret.) Lim Choung Bin beserta istri.
Acara yang diadakan di Wisma Duta ini dihadiri juga oleh Atase Pertahanan RI di Seoul, Kolonel Laut (E) Agus Rustandi dan istri serta seluruh home staff KBRI Seoul.
Jamuan ini dilaksanakan dalam rangka rencana penganugerahan ˇ°Bintang Kartika Eka Paksi Utamaˇ±(BKEPU) oleh Pemerintah Indonesia kepada General (Ret.) Lim Choung Bin berkat jasa-jasa beliau selama menjabat sebagai COS ROK Army yang telah berhasil menjaga dan meningkatkan hubungan erat kedua Angkatan Darat dari kedua negara, sehingga kerjasama dan hubungan yang baik tersebut telah meningkatkan kemampuan dan profesionalisme kedua angkatan darat. BKEPU yang merupakan tanda penghargaan tertinggi di TNI AD ini akan disematkan kepada Jenderal Lim Choung Bin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Mabes TNI Jakarta pada tanggal 8 Februari 2010.

Penganugerahan ini diharapkan bisa lebih mempererat lagi hubungan dan kerjasama militer RI-ROK pada umumnya dan angkatan darat kedua negara pada khususnya.
Penganugerahan BKEPU kepada Jenderal Lim Choung Bin sebenarnya telah diputuskan sejak Jenderal Lim Choung Bin masih menjabat sebagai COS ROK Army, namun kesibukan dan kegiatan yang cukup padat dari kedua belah pihak telah menyebabkan upacara penganugerahan ini tertunda. Untuk acara penyematan ini, Jenderal Lim akan berada di Indonesia dari tanggal 6 hingga 9 Pebruari 2010.

Apresiasi Indonesia untuk Kontribusi Pengusaha Korsel bagi Pembangunan Ekonomi Indonesia

Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi terhadap tiga pengusaha Korea Selatan (Korsel) yang dinilai berkonteribusi terhadap upaya pembangunan ekonomi nasional.  Jasa mereka tidak semata-mata dinilai dari besaran investasi/kontribusi materil yang diberikan namun kepada penciptaan sinergi dan kerjasama dalam peningkatan hubungan ekonomi Indonesia-Korsel.

Apresiasi tersebut dinyatakan melalui pemberian plakat penghargaan oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Nicholas Tandi Dammen,kepada Mr. Ted Kwon dari Easterntex Ltd., dan Mr. Lee Deog-kyu bersama Mr. Kang Yun-chul dari Lee, Kang & Partners Inc, 28 Januari 2010. 
Mr. Ted Kwon dinilai sangat konsisten membantu terciptanya iklim investasi yang lebih kondusif di Indonesia. Ia menyuarakan kekhawatiran investor Korsel terhadap salah satu peraturan perpajakan Indonesia yang akan mengurangi daya saing di sektor tekstil dan garment.

Hasil upaya bersama investor tekstil dan garment Korea Selatan dengan KBRI Seoul dalam mendorong deregulasi di Indonesia sejak tahun 2006 akhirnya membuahkan hasil dengan dibentuknya UU No. 42 Tahun 2009 mengenai Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang disahkan DPR-RI pada Oktober 2009.

Mr. Lee Deog-kyu dan Mr. Kang Yun-chul, berkontribusi bagi tercapainya kesepakatan pembelian 4 unit pesawat CN-235 Maritime Patrol Aircraft produksi PT. Dirgantara Indonesia oleh Korean Coast Guard senilai US$ 93,9 juta.

Penganugerahan plakat penghargaan tersebut diselenggarakan dalam working luncheon untuk menghormati para penerima penghargaan dan turut dihadiri oleh sejumlah pengusaha Korea Selatan terkait dan staf KBRI Seoul.

Acara ini merupakan pendahuluan dari New Year Business Gathering yang diselenggarakan KBRI Seoul 29 Januari 2010, guna mengambil momentum peringatan tahun baru 2010 dan Lunar New Year yang jatuh pada pertengahan Februari 2010. Kegiatan ini ditujukan untuk menjaga kelangsungan jejaring yang telah terbina selama ini guna mendukung kerjasama antara investor dengan KBRI Seoul.

Pengusaha Korea Antusias Bisnis Di Indonesia

Saya senang berbisnis dengan Indonesia dan saya akan memperluas pabrik saya di Purwakarta,ˇ± demikian dikatakan pimpinan perusahan Sae-A Trading Co. Ltd., salah satu perusahaan garmen/tekstil terkemuka Korea yang memiliki beberapa pabrik di Indonesia. Pernyataan ini diucapkan di sela-sela resepsi yang diselenggarakan KBRI Seoul, JumˇŻat (29/1), dalam rangka menyambut tahun baru bersama dengan para investor dan pengusaha Korea, yang juga dimeriahkan oleh tari Pendet dan Seudati dari Sanggar Kesenian KBRI Seoul.

Dalam sambutannya di depan sekitar 100 pengusaha Korea yang hadir pada acara tersebut, Duta Besar RI untuk Republik Korea, Nicholas T. Dammen menyatakan bahwa hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Republik Korea telah berlangsung sangat baik di berbagai tingkatan, bidang dan forum kerjasama. Refleksi harmonis hubungan kedua negara itu dapat ditengarai dari intensnya hubungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Lee Myung-bak dalam meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang dan forum kerjasama regional hingga global, seperti ASEAN, ARF, APEC dan G-20.

Dubes N.T. Dammen juga mengindikasikan peluang kerjasama ekonomi yang masih terbuka luas antara kedua negara dalam konteks hubungan yang dinamis dan saling melengkapi. Sejumlah kesepakatan yang dicapai selama ini dan tren semakin menguatnya bobot kerjasama di tingkat G-to-G, G-to-P maupun P-to-P, baik secara kualitas maupun kuantitas membuktikan hal ini.

Pada kesempatan itu, Dubes N.T. Dammen kembali menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi kalangan bisnis Korea bagi pemajuan hubungan bilateral, utamanya bagi kemajuan pembangunan ekonomi kedua negara dan mengharapkan tetap dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi pada tahun 2010 ini.

 Turut hadir dalam New Year Business Gathering ini adalah Dubes Yun Hai-jun, mantan Dubes Republik Korea untuk Indonesia sekaligus sebagai Ketua Korea-Indonesia Friendship Association(KIFA) dan Prof. Dr. Kim Soo-il, mantan Dubes Republik Korea untuk Timor Leste yang juga mantan Konsul Kehormatan RI di Busan.

 Dubes Yun dalam sambutannya menyampaikan rasa gembiranya atas tetap dinamisnya hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Korea, meskipun dampak krisis keuangan global pada tahun 2009 mempengaruhi volume perdagangan dan investasi antara kedua negara.

 Menurut Dubes Yun, resistensi Indonesia terhadap dampak krisis keuangan global serta cepatnya pemulihan ekonomi Republik Korea, menjadi pendorong utama bagi pengusaha Korea untuk menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasinya. Dubes Yun juga memprediksi prospek Indonesia yang lebih baik lagi sekiranya berbagai kendala yang berdampak negatif terhadap iklim investasi Indonesia dapat diatasi.

 Baru-baru ini beberapa investor Korea telah menorehkan kesepakatan dan komitmennya untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Perusahaan Sae-A Trading Co. Ltd., berencana memperluas investasinya di Indonesia dengan membangun pabrik dye sebagai bagian proses pembuatan tekstil di lahan seluas sekitar 100 hektar di Purwakarta, senilai US$ 160 juta. 

Pada 2 Desember 2009, perusahaan baja terbesar Korea, POSCO (Pohang Steel Company) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Krakatau Steel untuk membangun Integrated Steel Mills di Cilegon, Banten, dengan nilai investasi US$ 5 milyar.

 Sebelumnya, pada akhir September 2009, Gubernur Sulawesi Tengah dan Gubernur Jeollanamdo telah menandatangani nota kesepahaman menyangkut kerjasama kedua provinsi di bidang budi daya hayati laut dan komitmen investasi Korea  untuk pengembangan bio-energi di Sulteng. Hal ini sebagian dari bukti minat investor Korea untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

 Kegiatan yang mengambil momentum peringatan tahun baru 2010 dan Lunar New Year yang jatuh pada pertengahan Februari 2010 ini, ditujukan untuk menjaga kelangsungan jejaring dan kerjasama yang telah terbina selama ini antara investor dengan KBRI Seoul. Di samping itu, pertemuan juga diharapkan dapat memberikan informasi terkini mengenai iklim usaha, program utama pemerintah serta peluang investasi di Indonesia bagi investor asal Korea. Informasi ini diharapkan dapat menarik minat pengusaha Korea untuk meningkatkan dan memperluas investasi mereka di Indonesia.

Worldshore Corp mengirimkan 24 orang Mahasiswa Korea ke Indonesia

Pada hari Senin, 18 Januari 2010 Duta Besar RI Seoul, Nicholas Tandi Dammen telah diundang oleh Worldshare Corporation, untuk memberikan ceramah di Seoul Youth Center tentang kebudayaan Indonesia kepada 24 orang mahasiswa Korea dari berbagai universitas yang akan berangkat ke Indonesia sebagai peserta program Pengabdian Masyarakat/Social Service. Program ini merupakan salah satu bagian dari kurikulum pendidikan perguruan tinggi di Korea untuk melakukan kegiatan social services ke negara-negara Asia maupun Afrika.

Peserta tahun ini dibagi dalam 2 kelompok yang masing-masing akan diberangkatkan ke Kenya dan Indonesia. Di Indonesia mereka akan melakukan serangkaian kegiatan sosial dari tanggal 19 Januari hingga 1 Februari 2010 seperti mengajar murid-murid SD dan membantu pembangunan perpustakaan beberapa sekolah di daerah Jakarta, Bandung dan sekitarnya.
Dalam ceramah tersebut Duta Besar RI telah memberikan paparan umum mengenai kebudayaan Indonesia, baik dari adat istiadat, bahasa, demografi, kekayaan alamnya hingga obyek-obyek wisata yang menonjol di masing-masing daerah. Karena rombongan juga akan mengunjungi Bandung dan Pengalengan, maka Duta Besar juga mengajarkan lagu ˇ°Halo-halo Bandungˇ± yang dinyanyikan secara antusias dan bersemangat oleh para peserta.
Worldshare Corporation merupakan sebuah LSM yang bekerjasama dengan
KUCSS/Korean University Council for Social Services, sebuah badan pendidikan dibawah koordinasi Kementerian Pendidikan Korsel.

ˇˇ

Hak Cipta :
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan@2006