|
ˇˇ |
Kegiatan KBRI

Kegiatan CISAK (Conference of Indonesia Students
Association in Korea) di KBRI Seoul
Dengan semakin
meningkatnya jumlah mahasiswa penerima beasiswa antara Indonesia dan
Korea Selatan, baik mahasiswa Indonesia yang belajar di Korea maupun
sebaliknya, maka diharapkan agar para pelajar Indonesia di Korsel dapat
memanfaatkan semaksimal mungkin waktu dan tenaganya untuk menyerap ilmu
pengetahuan sebanyak banyaknya di berbagai bidang, apalagi mengingat
Iptek Korsel dewasa ini telah mampu bersaing dengan Iptek negara-negara
maju lainnya yang besar bermanfaatnya apabila diterapkan bagi
pembangunan Indonesia kelak.
Harapan tersebut telah
disampaikan oleh Duta Besar RI Seoul, Nicholas T. Dammen, di hadapan
sekitar 200 pelajar Indonesia yang hadir dalam pertemuan tahunan pelajar
Indonesia di Korea Selatan yang disebut CISAK (Conference of Indonesia
Students Association in Korea) di KBRI Seoul pada hari Sabtu, 20
Februari 2010. Duta Besar juga mengharapkan kegiatan seperti ini dapat
terus dikembangkan di waktu-waktu mendatang, tidak hanya bagi
mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Korsel saja, melainkan juga antar
mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Korsel yang belajar di Indonesia Dalam
acara CISAK tahun ini telah diundang secara khusus Dr. Khoirul Anwar,
Associate Professor dari Japan Institute of Science and Technology (JAIST)
yang memberikan paparannya mengenai ˇ°Building National Competitiveness:
Going Home or Staying Abroadˇ±.
Selain itu,
Koordinator Fungsi Konsuler dan Atase Pertahanan KBRI Seoul
masing-masing telah bergiliran memberikan paparannya mengenai masalah
kewarganegaraan dan Perlindungan WNI di luar negeri serta mengenai isu
keamanan dan perkembangan di Semenanjung Korea. Keduanya merupakan isu
penting yang bermanfaat bagi WNI yang berada di luar negeri.
Selain ketiga paparan
di atas, para pelajar Indonesia di Korsel juga bergantian berbicara di
depan forum untuk berbagi ilmu kepada sesama rekan pelajar dan mahasiswa
Indonesia, serta kepada para mahasiswa Korea Jurusan Bahasa Indonesia.
Kegiatan tahunan CISAK yang diselenggarakan oleh PERPIKA (Persatuan
Pelajar Indonesia di Korea) dan didukung oleh KBRI Seoul ini benar-benar
dimanfaatkan oleh semua peserta untuk saling berbagi pengalaman,
menggali informasi tentang kehidupan pelajar dan tantangannya di masa
depan, serta mengembangkan awareness terhadap situasi dan kondisi negara
setempat dimana mereka menimba ilmu.
Selain dihadiri oleh
para pelajar Indonesia di Korsel, acara CISAK ini juga dihadiri oleh
sekitar dua puluh mahasiswa Korea dari Hankuk University of Foreign
Studies (HUFS) Jurusan Bahasa Indonesia, beberapa mahasiswa Indonesia
yang sedang belajar di Jepang, serta jajaran staf KBRI Seoul sendiri. |

Rencana Penyematan Bintang Kartika Eka Paksi Utama
Bagi Mantan Chief of Staff ROK Army
Pada hari Sabtu
tanggal 30 Januari 2010, Duta Besar RI untuk Korea Selatan/ROK, Nicholas
Tandi Dammen beserta Ny. Lenny Dammen telah menyelenggarakan jamuan
makan malam/Welcoming Reception bagi mantan KSAD (COS–Chief of Staff)
ROK Army General (Ret.) Lim Choung Bin beserta istri.
Acara yang diadakan di Wisma Duta ini dihadiri juga oleh Atase
Pertahanan RI di Seoul, Kolonel Laut (E) Agus Rustandi dan istri serta
seluruh home staff KBRI Seoul.
Jamuan ini dilaksanakan dalam rangka rencana penganugerahan ˇ°Bintang
Kartika Eka Paksi Utamaˇ±(BKEPU) oleh Pemerintah Indonesia kepada General
(Ret.) Lim Choung Bin berkat jasa-jasa beliau selama menjabat sebagai
COS ROK Army yang telah berhasil menjaga dan meningkatkan hubungan erat
kedua Angkatan Darat dari kedua negara, sehingga kerjasama dan hubungan
yang baik tersebut telah meningkatkan kemampuan dan profesionalisme
kedua angkatan darat. BKEPU yang merupakan tanda penghargaan tertinggi
di TNI AD ini akan disematkan kepada Jenderal Lim Choung Bin oleh
Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Mabes TNI Jakarta pada
tanggal 8 Februari 2010.
Penganugerahan ini
diharapkan bisa lebih mempererat lagi hubungan dan kerjasama militer RI-ROK
pada umumnya dan angkatan darat kedua negara pada khususnya.
Penganugerahan BKEPU kepada Jenderal Lim Choung Bin sebenarnya telah
diputuskan sejak Jenderal Lim Choung Bin masih menjabat sebagai COS ROK
Army, namun kesibukan dan kegiatan yang cukup padat dari kedua belah
pihak telah menyebabkan upacara penganugerahan ini tertunda. Untuk acara
penyematan ini, Jenderal Lim akan berada di Indonesia dari tanggal 6
hingga 9 Pebruari 2010. |
|

Apresiasi Indonesia untuk Kontribusi Pengusaha Korsel bagi
Pembangunan Ekonomi Indonesia
Pemerintah Indonesia memberikan
apresiasi terhadap tiga pengusaha Korea Selatan (Korsel) yang dinilai
berkonteribusi terhadap upaya pembangunan ekonomi nasional. Jasa mereka
tidak semata-mata dinilai dari besaran investasi/kontribusi materil yang
diberikan namun kepada penciptaan sinergi dan kerjasama dalam
peningkatan hubungan ekonomi Indonesia-Korsel.
Apresiasi tersebut dinyatakan melalui pemberian
plakat penghargaan oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Nicholas
Tandi Dammen,kepada Mr. Ted Kwon dari Easterntex Ltd., dan Mr. Lee
Deog-kyu bersama Mr. Kang Yun-chul dari Lee, Kang & Partners Inc, 28
Januari 2010.
Mr. Ted Kwon dinilai sangat konsisten membantu terciptanya iklim
investasi yang lebih kondusif di Indonesia. Ia menyuarakan
kekhawatiran investor Korsel terhadap salah satu peraturan
perpajakan Indonesia yang akan mengurangi daya saing di sektor
tekstil dan garment.
Hasil upaya bersama investor
tekstil dan garment Korea Selatan dengan KBRI Seoul dalam mendorong
deregulasi di Indonesia sejak tahun 2006 akhirnya membuahkan hasil
dengan dibentuknya UU No. 42 Tahun 2009 mengenai Pajak Pertambahan Nilai
Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang disahkan DPR-RI
pada Oktober 2009.
Mr. Lee Deog-kyu dan Mr. Kang
Yun-chul, berkontribusi bagi tercapainya kesepakatan pembelian 4 unit
pesawat CN-235 Maritime Patrol Aircraft produksi PT. Dirgantara
Indonesia oleh Korean Coast Guard senilai US$ 93,9 juta.
Penganugerahan plakat penghargaan
tersebut diselenggarakan dalam working luncheon untuk menghormati para
penerima penghargaan dan turut dihadiri oleh sejumlah pengusaha Korea
Selatan terkait dan staf KBRI Seoul.
Acara ini merupakan pendahuluan
dari New Year Business Gathering yang diselenggarakan KBRI Seoul 29
Januari 2010, guna mengambil momentum peringatan tahun baru 2010 dan
Lunar New Year yang jatuh pada pertengahan Februari 2010. Kegiatan ini
ditujukan untuk menjaga kelangsungan jejaring yang telah terbina selama
ini guna mendukung kerjasama antara investor dengan KBRI Seoul. |
|
Pengusaha
Korea Antusias Bisnis Di Indonesia
Saya senang berbisnis
dengan Indonesia dan saya akan memperluas pabrik saya di Purwakarta,ˇ±
demikian dikatakan pimpinan perusahan Sae-A Trading Co. Ltd., salah satu
perusahaan garmen/tekstil terkemuka Korea yang memiliki beberapa pabrik
di Indonesia. Pernyataan ini diucapkan di sela-sela resepsi yang
diselenggarakan KBRI Seoul, JumˇŻat (29/1), dalam rangka menyambut tahun
baru bersama dengan para investor dan pengusaha Korea, yang juga
dimeriahkan oleh tari Pendet dan Seudati dari Sanggar Kesenian KBRI
Seoul.
Dalam sambutannya di depan sekitar 100
pengusaha Korea yang hadir pada acara tersebut, Duta Besar
RI untuk Republik Korea, Nicholas T. Dammen menyatakan bahwa
hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Republik Korea
telah berlangsung sangat baik di berbagai tingkatan, bidang
dan forum kerjasama. Refleksi harmonis hubungan kedua negara
itu dapat ditengarai dari intensnya hubungan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dan Presiden Lee Myung-bak dalam
meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang dan
forum kerjasama regional hingga global, seperti ASEAN, ARF,
APEC dan G-20.
Dubes N.T. Dammen juga mengindikasikan
peluang kerjasama ekonomi yang masih terbuka luas antara
kedua negara dalam konteks hubungan yang dinamis dan saling
melengkapi. Sejumlah kesepakatan yang dicapai selama ini dan
tren semakin menguatnya bobot kerjasama di tingkat G-to-G,
G-to-P maupun P-to-P,
baik secara kualitas maupun kuantitas membuktikan hal ini.
Pada kesempatan itu, Dubes N.T. Dammen
kembali menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi
kalangan bisnis Korea bagi pemajuan hubungan bilateral,
utamanya bagi kemajuan pembangunan ekonomi kedua negara dan
mengharapkan tetap dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan
lagi pada tahun 2010 ini.
Turut hadir dalam New
Year Business Gathering ini
adalah Dubes Yun Hai-jun, mantan Dubes Republik Korea untuk
Indonesia sekaligus sebagai Ketua Korea-Indonesia
Friendship Association(KIFA) dan Prof. Dr. Kim Soo-il,
mantan Dubes Republik Korea untuk Timor Leste yang juga
mantan Konsul Kehormatan RI di Busan.
Dubes Yun dalam sambutannya menyampaikan
rasa gembiranya atas tetap dinamisnya hubungan perdagangan
dan investasi antara Indonesia dan Korea, meskipun dampak
krisis keuangan global pada tahun 2009 mempengaruhi volume
perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Menurut Dubes Yun, resistensi Indonesia
terhadap dampak krisis keuangan global serta cepatnya
pemulihan ekonomi Republik Korea, menjadi pendorong utama
bagi pengusaha Korea untuk menjadikan Indonesia sebagai
negara tujuan investasinya. Dubes Yun juga memprediksi
prospek Indonesia yang lebih baik lagi sekiranya berbagai
kendala yang berdampak negatif terhadap iklim investasi
Indonesia dapat diatasi.
Baru-baru ini beberapa investor Korea
telah menorehkan kesepakatan dan komitmennya untuk
meningkatkan investasinya di Indonesia. Perusahaan Sae-A
Trading Co. Ltd., berencana memperluas investasinya di
Indonesia dengan membangun pabrik dye sebagai
bagian proses pembuatan tekstil di lahan seluas sekitar 100
hektar di Purwakarta, senilai US$ 160 juta.
Pada 2 Desember 2009, perusahaan baja
terbesar Korea, POSCO (Pohang Steel Company) telah
menandatangani nota kesepahaman dengan Krakatau
Steel untuk
membangun Integrated
Steel Mills di
Cilegon, Banten, dengan nilai investasi US$ 5 milyar.
Sebelumnya, pada akhir September 2009,
Gubernur Sulawesi Tengah dan Gubernur Jeollanamdo telah
menandatangani nota kesepahaman menyangkut kerjasama kedua
provinsi di bidang budi daya hayati laut dan komitmen
investasi Korea untuk pengembangan bio-energi di Sulteng.
Hal ini sebagian dari bukti minat investor Korea untuk
menanamkan modalnya di Indonesia.
Kegiatan yang mengambil momentum
peringatan tahun baru 2010 dan Lunar
New Year yang
jatuh pada pertengahan Februari 2010 ini, ditujukan untuk
menjaga kelangsungan jejaring dan kerjasama yang telah
terbina selama ini antara investor dengan KBRI Seoul. Di
samping itu, pertemuan juga diharapkan dapat memberikan
informasi terkini mengenai iklim usaha, program utama
pemerintah serta peluang investasi di Indonesia bagi
investor asal Korea. Informasi ini diharapkan dapat menarik
minat pengusaha Korea untuk meningkatkan dan memperluas
investasi mereka di Indonesia.
|

Worldshore Corp mengirimkan 24 orang Mahasiswa Korea ke Indonesia
Pada hari Senin, 18 Januari 2010
Duta Besar RI Seoul, Nicholas Tandi Dammen telah diundang oleh
Worldshare Corporation, untuk memberikan ceramah di Seoul Youth Center
tentang kebudayaan Indonesia kepada 24 orang mahasiswa Korea dari
berbagai universitas yang akan berangkat ke Indonesia sebagai peserta
program Pengabdian Masyarakat/Social Service. Program ini merupakan
salah satu bagian dari kurikulum pendidikan perguruan tinggi di Korea
untuk melakukan kegiatan social services ke negara-negara Asia maupun
Afrika.
Peserta tahun ini dibagi dalam 2
kelompok yang masing-masing akan diberangkatkan ke Kenya dan Indonesia.
Di Indonesia mereka akan melakukan serangkaian kegiatan sosial dari
tanggal 19 Januari hingga 1 Februari 2010 seperti mengajar murid-murid
SD dan membantu pembangunan perpustakaan beberapa sekolah di daerah
Jakarta, Bandung dan sekitarnya.
Dalam ceramah tersebut Duta Besar RI telah memberikan paparan umum
mengenai kebudayaan Indonesia, baik dari adat istiadat, bahasa,
demografi, kekayaan alamnya hingga obyek-obyek wisata yang menonjol di
masing-masing daerah. Karena rombongan juga akan mengunjungi Bandung dan
Pengalengan, maka Duta Besar juga mengajarkan lagu ˇ°Halo-halo Bandungˇ±
yang dinyanyikan secara antusias dan bersemangat oleh para peserta.
Worldshare Corporation merupakan sebuah LSM yang bekerjasama dengan
KUCSS/Korean University Council for Social Services, sebuah badan
pendidikan dibawah koordinasi Kementerian Pendidikan Korsel. |
|
ˇˇ |