Events in Pictures of The Embassy Calendar of Events Site Map Guest Book Admin's Contact

                                                                                                                                     English | Indonesian | Korean















Borobudur Temple

Prambanan Temple

Balinese Temple

Untuk Informasi lebih lanjut tentang Indonesia and Kedutaan Besar Republik Indonesia, harap menghubungi di

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan
55 Yeouido-dong,
Yeoungdeungpo-gu,
Seoul (150-010)
Telp +82-2-7835675
Fax +82-2-7804280

¡¡


 Info Umum | Duta Besar | Staf | Libur Resmi | Lokasi | Kontak | Kalender Kegiatan | Kegiatan  Foto Kegiatan
¡¡
Kegiatan KBRI

Indonesia Community Gathering di Nami Island

Pada  2 November 2008, KBRI Seoul menyelenggarakan Indonesia Community Gathering di Nami Island, dengan jumlah masyarakat Indonesia yang hadir mencapai 300 orang yang terdiri dari perwakilan tenaga kerja, pelajar, masyarakat mixed married dan keluarga besar KBRI. Acara ini telah berhasil diselenggarakan dengan acara utama mendengarkan sambutan pembinaan dari KUAI RI Seoul dan ceramah keagamaan dari Kang Ibing, entertainer ternama Indonesia yang sekarang lebih aktif berprofesi sebagai mubaligh.

Dalam kata sambutannya, KUAI RI Seoul Foster Gultom menyampaikan agar seluruh masyarakat Indonesia di Korea, khususnya kaum pekerja, dapat terus menjaga tali silaturahmi, yang diharapkan dapat mengurangi terjadinya hal-hal yang tidak menyenangkan selama  bertempat tinggal/bekerja di Korea. Disampaikan juga bahwa acara Indonesia Community Gathering 2008 ini diselenggarakan sebagai apresiasi pemerintah c.q. KBRI Seoul kepada masyarakat, khususnya para pekerja, yang telah membantu mengirimkan devisa kepada pemerintah. Disampaikan agar seluruh masyarakat dapat menjaga citra baik Indonesia di Korea.

Pengelola Nami Island yang disebut Presiden Naminara Republic juga berkesempatan menyampaikan kata sambutan bahwa pihaknya akan memfasilitasi dengan gratis segala acara dari Masyarakat Indonesia yang diselenggarakan di Nami Island di masa yang akan datang, bahkan menawarkan pekerjaan bagi WNI yang berminat bekerja di Nami Island sebagai perawat kebun/gardener dan  juru masak di restoran. Sambutan Presiden Naminara Republic mendapat tepuk tangan meriah dari peserta karena satu dua patah kata menggunakan bahasa Indonesia.

Ceramah Kang Ibing dilakukan dengan pola ceramah dan nada. Disela-sela ceramah bertemakan silaturahmi, grup kecapi bermain mengiringi penyanyi bernyanyi lagu-lagu religi. Kang Ibing memberikan tuntunan dalam berkehidupan dan mencari penghidupan di Korea, yaitu agar adat/budaya/ agama  yang telah menjadi pegangan hidup di tanah air tidak larut dengan kehidupan yang tidak sesuai. Berbagai hal telah disampaikan berkaitan dengan bagaimana menghindari minuman alkohol, tinggal bersama antara laki-laki dan perempuan tanpa menikah, makanan halal dan haram. Ceramah Kang Ibing ditutup dengan tanya jawab yang disambut dengan antusias oleh seluruh peserta gathering. (Sumber : KBRI Seoul)

Indonesian Cinematography Night di Pusan, Korsel

Dalam rangka mempromosikan film Indonesia di mancanegara, KBRI Seoul menyelenggarakan resepsi Indonesian Cinematography Night pada 6 Oktober 2008 bertempat di kota Pusan. Resepsi diselenggarakan bersamaan dengan festival film internasional ke-13 Pusan tahun 2008 (PIFF 2008).  Hadir pada resepsi wakil dari Depbudpar, kalangan pengusaha film Indonesia dan para sineas terkemuka.

Resepsi yang diselenggarakan KBRI cukup unik dan mengundang daya tarik tersendiri bagi para peserta PIFF 2008, karena selain menampilkan thriller film-film layar lebar terbaru Indonesia, resepsi dihadiri sineas muda terkemuka dan artis layar lebar Indonesia yang cukup dikenal di kalangan perfilman Asia, seperti Nicholas Saputra dan Dian Sastro, sutradara ternama Nan T. Achnas, Direktur Jifest, Shanti, serta dimeriahkan oleh penampilan grup kesenian kota Pekanbaru, Riau, yang khusus didatangkan KBRI untuk memeriahkan acara ini.

KUAI KBRI Seoul Foster Gultom, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya kepada kalangan perfilman Indonesia yang telah menghasilkan film-film bermutu yang layak diperhitungkan, khususnya di Asia. KUAI juga menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada kalangan perfilman Asia dan Depbudpar yang telah berjuang membawa film Indonesia ke mancanegara.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Nilai Seni, Budaya, dan Film, Depbudpar, Tjetjep Suparman, memberikan cindera mata kepada Direktur PIFF, saat menghadiri undangan KBRI untuk mengenal lebih jauh seluk beluk perfilman Indonesia.  (Sumber: KBRI Seoul).

Keterangan foto : Dirjen NSBF, Tjetjep Suparman, menyerahkan cindera mata kepada Direktur PIFF.

Siaran Langsung Diplomasi Angklung Duta Belia di Seoul

Alunan musik angklung dari dua puluh delapan pelajar terbaik Indonesia yang termasuk dalam Duta Belia Indonesia 2008 telah disiarkan secara live di Seoul oleh Radio Arirang, stasiun radio yang cukup ternama di Korea Selatan. Di pandu oleh salah satu DJ terkenal Korea, Dorothy Nam, para Duta Belia Indonesia secara terampil memainkan lagu tradisional Korea Arirang, I Have a Dream dan Can’t Help Falling in Love. Penampilan tersebut merupakan bagian dari “Diplomasi Angklung?dari para Duta Belia selama kunjungan mereka di Korea Selatan.

Selain tampil di radio, sebelumnya mereka juga secara mempesona memainkan beberapa buah lagu yang mendapat tanggapan meriah dari para tamu undangan pada acara resepsi dalam rangka HUT ke-41 ASEAN yang diselenggarakan oleh ASEAN Committee in Seoul (ACS), tanggal 24 Agustus 2008. Dalam acara yang diadakan di Wisma Duta KBRI Seoul tersebut, Duta Belia secara interaktif juga turut melibatkan para hadirin untuk bermain angklung bersama.

Selama kunjungannya ke Korea Selatan, para Duta Belia berkesempatan untuk melakukan courtesy call kepada Direktur Cultural Cooperation Division di Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan,  Direktur International Cultural Cooperation Division Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan kepada Sekjen National Council of Youth Organizations in Korea (NCYOK). Dari kunjungan tersebut, para Duta Belia belajar dan mendapatkan informasi mengenai situasi dunia pendidikan dan kebudayaan di Korsel, organisasi kepemudaannya, maupun mengenai cultural diplomacy yang saat ini sedang digalakkan oleh Pemerintah Korsel.

Untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Korea secara langsung, Duta Belia mengunjungi beberapa obyek wisata/sejarah seperti Istana Gyengbokgung dan Cheongwadae (Blue House), ke Dora Observation Post dan  masuk ke dalam 3rd Infiltration tunnel di wilayah Demilitarized Zone (DMZ) di Imjin-gak dekat kota Pamunjeom yang dibuat oleh tentara Korea Utara di tahun 70-an untuk melakukan invasi militer ke Korsel. (Sumber : KBRI Seoul)

Makanan dan Kesenian Indonesia Semakin Diminati di Korsel

Tak kurang dari 900 tusuk sate, bakso, mi goreng dan berbagai penganan kecil lain yang disiapkan DWP KBRI Seoul di booth Indonesia pada acara Seoul Friendship Fair-Hi Seoul Festival pada 10 Mei 2008 habis diminati pengunjung. Setiap pertunjukan tarian Indonesia yang digelar juga selalu  dikerumuni pengunjung antusias.  Pageralan tari yang paling banyak mendapat sambutan meriah masyarakat Korsel adalah tarian Dolanan Anak yang dibawakan oleh 6 pasang putra-putri staf KBRI Seoul yang masih berusia di bawah 12 tahun, selain juga jenis-jenis tari yang lain antara lain Tari Bali, Tari rantak, dan Tari Jaipong. Antusiasme masyarakat Korsel ini membuktikan bahwa makanan dan kesenian Indonesia semakin dikenal dan semakin diminati oleh masyarakat Korea Selatan.

Selain Seoul Friendship Fair-Hi Seoul Festival, pada Mei ini KBRI Seoul juga aktif mengisi kegiatan berbagai festival budaya di Korsel, antara lain International Night di Yongsan International School of Seoul pada 2 Mei 2008, peringatan Korean Children Day di Children Center pada tanggal 4 Mei 2008 dan Migrant Arirang Festival yang diselenggarakan oleh Korean Ministry of Labour dan perkumpulan pekerja migran di Korsel pada 11 Mei 2008.

Dalam berbagai festival tersebut, KBRI Seoul bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Seoul dan Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA) memperkenalkan berbagai makanan khas Indonesia menggelar pagelaran tarian Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Musim semi di Korea Selatan merupakan musim yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat karena pada musim tersebut cuaca mulai menjadi hangat dan orang-orang suka melakukan kegiatan di luar rumah. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh KBRI Seoul untuk melakukan kegiatan promosi citra Indonesia di Korsel, terutama dalam rangka turut menyukseskan progam Visit Indonesia Year 2008 dan menarik arus wisatawan asal Korsel untuk berkunjung ke Indonesia.

Untuk mendorong kegiatan promosi citra Indonesia tersebut, akhirnya KBRI Seoul bekerja sama dengan DWP juga berhasil mendirikan sanggar kesenian Indonesia. Sanggar tari yang beranggotaan para pelajar Indonesia, putra-putri staf KBRI, dan masyarakat Indonesia lainnya di Korsel tersebut telah berjalan secara rutin setiap hari Jumat untuk berlatih tari-tarian Indonesia. Diharapkan agar kegiatan sanggar tari tersebut dapat terus berjalan dengan lancar untuk masa-masa yang akan datang. (pw) (Sumber: KBRI Seoul)

Keindahan Alam Indonesia Hingga Kebiasaan Jam Karet Menjadi Tema Lomba Pidato Bahasa Indonesia di Seoul

Keindahan alam Indonesia, antara lain alam pulau Komodo dan budaya Minangkabau, hingga kebiasaan jam karet dan DVD Bajakan di Indonesia telah menjadi tema dan presentasi menarik dalam  mengadakan Lomba Pidato Bahasa Indonesia yang diselenggarakan  Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul pada 24 Mei 2008. Perlombaan diselenggarakan di Gedung Serbaguna Apartemen KBRI. Lomba pidato ini diikuti oleh 31 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa Korsel.  Para kontestan tampak sangat antusias mengikuti lomba tersebut, bahkan mempersiapkan diri dengan mengenakan kebaya dan kemeja batik.

Menurut Kuasa Usaha A.I. (KUAI) KBRI Seoul, Foster Gultom, KBRI Seoul telah sukses menyelenggarakan Lomba Pidato Bahasa Indonesia selama empat tahun berturut-turut sejak 2005. Kegiatan tahunan tersebut bertujuan untuk lebih memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat Korea, selain untuk mempererat hubungan yang telah terjalin baik antara Indonesia dan Korea. KUAI menambahkan bahwa tema ”Kebudayaan Indonesia?sengaja dipilih untuk mendukung program ?EM>Visit Indonesia Year 2008?yang diharapkan pada gilirannya dapat menarik lebih banyak masyarakat Korsel untuk berkunjung ke Indonesia.

Dua kontestan terbaik yakni Jeong Yu In, mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies dan Lee Ho Yun, mahasiwa Hoseo Technical College, terpilih sebagai juara pertama dan mendapatkan hadiah paket wisata ke pulau Bali selama 4 hari 3 malam, sedangkan juara kedua dan ketiga mendapatkan hadiah uang tunai dengan jumlah yang tak kalah besarnya. (pw) (Sumber: KBRI Seoul)

Pertemuan Para Dubes ASEAN dengan Presiden Terpilih Korea, Lee Myung-bak

Pada tanggal 29 Januari 2008, Duta Besar RI Jakob Tobing, selaku Ketua ASEAN Committee in Seoul (ACS), beserta tujuh Duta Besar negara anggota ASEAN lainnya yaitu Dubes Brunei, Kamboja, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam, melakukan courtesy call kepada Presiden Terpilih Korea Selatan, Lee Myung-bak. Pertemuan berlangsung di kantor Presiden Terpilih Lee Myung-bak di Seoul.

Selain menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Terpilih Lee Myung-bak atas kemenangannya dalam pemilu Korea yang berlangsung bulan Desember 2007 yang lalu serta pembicaraan mengenai hubungan ASEAN-Korea Selatan, Dubes RI pada kesempatan tersebut juga. menyampaikan sebuah cindera mata sebagai ungkapan penghargaan dan terima kasihnya sekali lagi kepada Lee Myung-bak atas bantuan kemanusiaan yang telah diberikannya bagi para korban bencana alam tsunami akhir tahun 2004 yang melanda Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, sewaktu beliau masih menjabat sebagai Walikota Seoul.

Kepada para Dubes ASEAN, Presiden Terpilih Lee Myung-bak antara lain menyampaikan janjinya untuk lebih menaruh perhatian khusus kepada ASEAN serta akan meningkatkan partisipasi Korea dalam kerangka bantuan pembangunan internasional.

Perayaan Natal bersama masyarakat Indonesia di Korea Selatan

KBRI Seoul menyelenggarakan acara perayaan natal di Korea Selatan dalam bentuk ibadah oikumene dan perayaan natal bersama masyarakat Indonesia di Korea Selatan pada tanggal 25 Desember 2007 bertempat di Wisma Indonesia KBRI Seoul. Acara tersebut dihadiri oleh staf KBRI Seoul dan keluarga, jemaat-jemaat dari gereja-gereja Indonesia di Korea Selatan, dan perwakilan tokoh-tokoh masyarakat.

KBRI Seoul juga mengundang kelompok paduan suara Nathania Ministry Choir dari Indonesia untuk mengiringi lagu selama ibadah oikumene.

Tema natal yang diambil adalah "Hiduplah dengan bijaksana, adil, dan beribadah", sesuai dengan tema natal nasional di Indonesia.

Dalam kata sambutannya, Dubes RI Jakob Tobing menyampaikan agar segenap masyarakat Indonesia tidak hanya dapat menghayati tema natal tersebut dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan antarmasyarakat, terutama selama berada di Korsel.

Setelah ibadah oikumene, diselenggarakan perayaan natal bersama masyarakat Indonesia yang diisi dengan sumbangan lagu-lagu natal dari anak-anak staf KBRI Seoul, paduan suara, dan drama natal dari gereja-gereja Indonesia di Korsel.

¡¡

¡¡

Hak Cipta :
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan@2006