|
ˇˇ |
Kegiatan KBRI
|
Pengusaha
Korea Antusias Bisnis Di Indonesia
Saya senang berbisnis
dengan Indonesia dan saya akan memperluas pabrik saya di Purwakarta,ˇ±
demikian dikatakan pimpinan perusahan Sae-A Trading Co. Ltd., salah satu
perusahaan garmen/tekstil terkemuka Korea yang memiliki beberapa pabrik
di Indonesia. Pernyataan ini diucapkan di sela-sela resepsi yang
diselenggarakan KBRI Seoul, JumˇŻat (29/1), dalam rangka menyambut tahun
baru bersama dengan para investor dan pengusaha Korea, yang juga
dimeriahkan oleh tari Pendet dan Seudati dari Sanggar Kesenian KBRI
Seoul.
Dalam sambutannya di depan sekitar 100
pengusaha Korea yang hadir pada acara tersebut, Duta Besar
RI untuk Republik Korea, Nicholas T. Dammen menyatakan bahwa
hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Republik Korea
telah berlangsung sangat baik di berbagai tingkatan, bidang
dan forum kerjasama. Refleksi harmonis hubungan kedua negara
itu dapat ditengarai dari intensnya hubungan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dan Presiden Lee Myung-bak dalam
meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang dan
forum kerjasama regional hingga global, seperti ASEAN, ARF,
APEC dan G-20.
Dubes N.T. Dammen juga mengindikasikan
peluang kerjasama ekonomi yang masih terbuka luas antara
kedua negara dalam konteks hubungan yang dinamis dan saling
melengkapi. Sejumlah kesepakatan yang dicapai selama ini dan
tren semakin menguatnya bobot kerjasama di tingkat G-to-G,
G-to-P maupun P-to-P,
baik secara kualitas maupun kuantitas membuktikan hal ini.
Pada kesempatan itu, Dubes N.T. Dammen
kembali menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi
kalangan bisnis Korea bagi pemajuan hubungan bilateral,
utamanya bagi kemajuan pembangunan ekonomi kedua negara dan
mengharapkan tetap dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan
lagi pada tahun 2010 ini.
Turut hadir dalam New
Year Business Gathering ini
adalah Dubes Yun Hai-jun, mantan Dubes Republik Korea untuk
Indonesia sekaligus sebagai Ketua Korea-Indonesia
Friendship Association(KIFA) dan Prof. Dr. Kim Soo-il,
mantan Dubes Republik Korea untuk Timor Leste yang juga
mantan Konsul Kehormatan RI di Busan.
Dubes Yun dalam sambutannya menyampaikan
rasa gembiranya atas tetap dinamisnya hubungan perdagangan
dan investasi antara Indonesia dan Korea, meskipun dampak
krisis keuangan global pada tahun 2009 mempengaruhi volume
perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Menurut Dubes Yun, resistensi Indonesia
terhadap dampak krisis keuangan global serta cepatnya
pemulihan ekonomi Republik Korea, menjadi pendorong utama
bagi pengusaha Korea untuk menjadikan Indonesia sebagai
negara tujuan investasinya. Dubes Yun juga memprediksi
prospek Indonesia yang lebih baik lagi sekiranya berbagai
kendala yang berdampak negatif terhadap iklim investasi
Indonesia dapat diatasi.
Baru-baru ini beberapa investor Korea
telah menorehkan kesepakatan dan komitmennya untuk
meningkatkan investasinya di Indonesia. Perusahaan Sae-A
Trading Co. Ltd., berencana memperluas investasinya di
Indonesia dengan membangun pabrik dye sebagai
bagian proses pembuatan tekstil di lahan seluas sekitar 100
hektar di Purwakarta, senilai US$ 160 juta.
Pada 2 Desember 2009, perusahaan baja
terbesar Korea, POSCO (Pohang Steel Company) telah
menandatangani nota kesepahaman dengan Krakatau
Steel untuk
membangun Integrated
Steel Mills di
Cilegon, Banten, dengan nilai investasi US$ 5 milyar.
Sebelumnya, pada akhir September 2009,
Gubernur Sulawesi Tengah dan Gubernur Jeollanamdo telah
menandatangani nota kesepahaman menyangkut kerjasama kedua
provinsi di bidang budi daya hayati laut dan komitmen
investasi Korea untuk pengembangan bio-energi di Sulteng.
Hal ini sebagian dari bukti minat investor Korea untuk
menanamkan modalnya di Indonesia.
Kegiatan yang mengambil momentum
peringatan tahun baru 2010 dan Lunar
New Year yang
jatuh pada pertengahan Februari 2010 ini, ditujukan untuk
menjaga kelangsungan jejaring dan kerjasama yang telah
terbina selama ini antara investor dengan KBRI Seoul. Di
samping itu, pertemuan juga diharapkan dapat memberikan
informasi terkini mengenai iklim usaha, program utama
pemerintah serta peluang investasi di Indonesia bagi
investor asal Korea. Informasi ini diharapkan dapat menarik
minat pengusaha Korea untuk meningkatkan dan memperluas
investasi mereka di Indonesia.
|

Worldshore Corp mengirimkan 24 orang Mahasiswa Korea ke Indonesia
Pada hari Senin, 18 Januari 2010
Duta Besar RI Seoul, Nicholas Tandi Dammen telah diundang oleh
Worldshare Corporation, untuk memberikan ceramah di Seoul Youth Center
tentang kebudayaan Indonesia kepada 24 orang mahasiswa Korea dari
berbagai universitas yang akan berangkat ke Indonesia sebagai peserta
program Pengabdian Masyarakat/Social Service. Program ini merupakan
salah satu bagian dari kurikulum pendidikan perguruan tinggi di Korea
untuk melakukan kegiatan social services ke negara-negara Asia maupun
Afrika.
Peserta tahun ini dibagi dalam 2
kelompok yang masing-masing akan diberangkatkan ke Kenya dan Indonesia.
Di Indonesia mereka akan melakukan serangkaian kegiatan sosial dari
tanggal 19 Januari hingga 1 Februari 2010 seperti mengajar murid-murid
SD dan membantu pembangunan perpustakaan beberapa sekolah di daerah
Jakarta, Bandung dan sekitarnya.
Dalam ceramah tersebut Duta Besar RI telah memberikan paparan umum
mengenai kebudayaan Indonesia, baik dari adat istiadat, bahasa,
demografi, kekayaan alamnya hingga obyek-obyek wisata yang menonjol di
masing-masing daerah. Karena rombongan juga akan mengunjungi Bandung dan
Pengalengan, maka Duta Besar juga mengajarkan lagu ˇ°Halo-halo Bandungˇ±
yang dinyanyikan secara antusias dan bersemangat oleh para peserta.
Worldshare Corporation merupakan sebuah LSM yang bekerjasama dengan
KUCSS/Korean University Council for Social Services, sebuah badan
pendidikan dibawah koordinasi Kementerian Pendidikan Korsel. |
|
ˇˇ |